Monday, August 15, 2016

Catatan Perjalanan Wisata Ke Pantai Goa Cina Malang



Kabupaten Malang Jawa Timur memang terkenal memiliki banyak destinasi wisata, hal ini dikarenakan letaknya yang berada dalam dataran tinggi dan memiliki suhu yang sejuk sehingga cocok dijadikan tujuan dalam berwisata. Diantara wisata malang yang mulai berkembang saat ini adalah pantai - pantai yang tersebar di Malang bagian selatan.

Salah satunya adalah objek wisata pantai goa cina yang terletak di Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan Malang Selatan yang memiliki keindahan yang masih alami, warna air laut yang jernih dan bersih dibalut dengan pasir putihnya yang lembut membuat pantai goa cina ini sangat menakjubkan untuk dijadikan referensi destinasi wisata anda selama berada di Malang. Yuk simak perjalanan Penawisata.com menuju pantai goa cina berikut ini :

Jam menunjukan pukul 1 siang saat kami mulai berkumpul  di stasiun pasar senen Jakarta, kode booking tiket kereta api ekonomi Kertajaya yang telah kami pesan sebulan yang lalu segera kami keluarkan dari dalam handphone yang tersimpan di bagian folder sms dari Tiket.com, setelah mencetak tiket pulang pergi dari Jakarta ke Surabaya dan sebaliknya kami langsung memasuki bagian dalam stasiun pasar senen menanti Kereta Api Ekonomi Kertajaya siap untuk diberangkatkan menuju Kota Surabaya.

Kereta Kertajaya pun mulai melaju secara perlahan tepat jam 2 siang, kami ber 6 yang duduk saling berhadapan  33 menghabiskan waktu dengan mengobrol dan bercerita sesukanya, makanan dan minuman pun ikut menemani kami dan sesekali kami tertidur di kencangnya laju kereta yang melewati persawahan. Maklum, perjalanan menuju kota Surabaya di tempuh sampai 11 jam setengah yang artinya kami akan sampai kota Surabaya pada pukul 01.30 pagi.

Yes, kami sudah sampai di stasiun pasar  turi Surabaya, dengan mata yang masih mengantuk perlahan kami keluar dari dalam kereta menuju bagian depan stasiun dimana banyak orang orang berkumpul untuk melanjutkan perjalanannya masing masing. Banyak yang menawari kami untuk sewa mobil dan lain lain, namun kami hanya menjawab bahwa kami telah di jemput. Karena sebelumnya kami telah membooking mobil yang akan mengantarkan kami dalam perjalanan kami kali ini.

Setelah bertemu Mas Didik, sang sopir yang berpengalaman sekitar wisata jawa timur, kami segera menaiki mobil dan mulai meninggalkan kota Surabaya menuju Malang. Di dalam mobil kami melanjutkan tidur kami yang belum selesai, sedang sang sopir dengan handalnya membawa mobil melewati jalan tol.

Tak terasa fajar sudah tiba, jalan yang kami lalui sudah bukan jalan raya lagi, melainkan jalan yang berkelok kelok melewati perbukitan dengan pohon pohon yang masih sangat rindang dan besar. Mobil pun berhenti sejenak, karena sang sopir mulai mengantuk dan ini cukup berbahaya jika di paksakan terus membawa mobil. Kamipun segera keluar dari mobil dan melihat keadaan sekitar yang cukup indah pemandangannya sedang sang sopir mulai berolahraga kecil.


Mobil  pun kembali melaju dan sinar matahari semakin terang, kami sungguh menikmati panorama alam dalam perjalanan ini, hati pun semakin senang saat arah penunjuk jalan menuju pantai gua cina tertulis kearah kanan sedang pantai sendang biru kearah kiri. hingga kami sampai pada jalan yang cukup terjal dan rusak sekitar 800 meter, inilah jalan menuju pantai gua cina sampai berdirinya sebuah loket  pembayaran tiket masuk sebesar 5 ribu rupiah perorangnya ke objek wisata pantai gua cina.

Hari masih begitu pagi saat kami menginjakan kaki di pantai goa cina ini, pengunnjungpun hanya beberapa orangnya saja di pantai ini, kami segera mendekati bibir pantai yang air lautnya masih dalam keadaan surut, sungguh kami terpana dengan pantai yang eksotis ini, bagaimana tidak, pantai ini memiliki pasir putih yang lembut di kaki, lumut hijau di bebatuan layaknya rumput dan air yang begitu jernih berkilauan serta  beberapa pulau kecil yang terdapat dilepas pantai gua cina ini. Sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan.


Kami pun segera berjalan menyusuri indahnya pantai goa cina ini dengan hati yang sangat  gembira, perjalanan yang jauh dan melelahkan  ini sudah cukup terbayar dengan jernihnya air yang tidak begitu asin di pantai ini. Beberapa dari kami mulai bermain air sambil berbasah basahan sedang yang lain asik berphoto photo.

Karena air masih agak surut, beberapa dari kami memberanikan diri mendekati pulau kecil yang terdekat dengan bibir pantai, dan ternyata disana terdapat pantai kecil yang lebih halus tekstur pasirnya dan sangat pas untuk spot berenang. Namun hanya beberapa saat saja di spot ini, karena hari semakin siang dan air laut semakin pasang, jika tidak segera kembali, maka akan kesulitan kembali ke pantai dengan arus yang semakin kencang.


Setelah puas dengan pesona alam pantai gua cina ini, kami segera kembali ke parkiran mobil untuk mengambil pakaian ganti, tak jauh dari mobil ada tempat bilas air tawar bersih cuma membayar harga 2 ribu rupiah, setelah selesai bersih bersih kami segera memesan makanan untuk mengisi perut kami yang cukup lapar kala itu, untuk harga termasuk murah untuk sebuah wisata pantai.

Mobil pun bergerak meninggalkan pantai goa cina secara perlahan, perjalanan selanjutnya kami akan menuju penginapan di Cemoro Lawang kota Probolinggo untuk melanjutkan perjalanan wisata gunung Bromo dan air terjun Madakaripura, namun saat melewati Turen di Malang kami mampir sejenak untuk melihat kemegahan dan keindahan arsitektur masjid Tiban sambil makan siang dan membeli oleh oleh yang terkenal murah di kawasan ini.


Sekian catatan perjalan wisata ke pantai goa cina di Malang, terima kasih atas kunjungannya dan semoga info ini bermanfaat bagi anda. Selamat berlibur







source : http://www.penawisata.com/2015/09/catatan-perjalanan-wisata-ke-pantai-goa.html

Pantai Goa China





Pantai Goa China adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang terletak di Dusun Tumpak AwuDesa SitiarjoKecamatan Sumbermanjing WetanKabupaten MalangJawa Timur[1]. Nama asli pantai ini adalah Pantai Rowo Indah, namun karena pernah terjadi peristiwa kematian seorang China yang sedang bertapa di dalam goa yang ada di kawasan pantai ini, nama Rowo Indah kalah popular daripada Goa China sampai sekarang. Tidak ada catatan resmi tahun berapa tragedi itu terjadi, namun warga sekitar pantai meyakini sekitar 20 tahunan silam. Dari Pantai BajulmatiDesa GajahrejoKecamatan Gedangan menuju Pantai Goa China ini hanya perlu waktu 15 menit saja karena kedua pantai ini hanya berjarak tak lebih dari 7 km. Aksesnya pun sangat mudah karena melewati jalur lingkar selatan (JLS) dengan aspal yang mulus. Terdapat petunjuk arah danrambu yang akan memandu pengunjung untuk menuju lokasi. Tetapi Anda harus tetap berhati-hati karena jalannya berkelok-kelok dan berada di sisi jurang.
Sebelum memasuki Pantai Goa China kita akan melewati Jembatan Bajulmati yang berada di atas muara laut tersebut. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar sekitar 20 meter untuk dua jalur. Arsitekturnya cukup bagus dengan tiang melengkung di tengah jembatan dengan posisi membujur. Ketinggian tiang mencapai 20 meter. Model jembatan ini khas sekali sehingga cukup artistik. Jarak sekitar satu kilometer ke arah timur dari jembatan itu, ada pintu masuk menuju Pantai Goa China. Sayang, akses dari JLS menuju Pantai Goa China agak susah, sekitar 500 meter jalan rusak parah. Jalannya sebenarnya cukup lebar, namun karena jalan dari tanah tidak rata dan banyaknya bebatuan kapur. Apalagi ketika tergenang hujan, jalan cukup lembek dan licin.
Namun sulitnya medan itu sebanding dengan panorama alam yang disajikan Pantai Goa China. Tiket masuk Pantai Goa China sebesar Rp 4.000 dan parkir kendaraan sebesar Rp 5.000. Luas area Pantai Goa China tidak begitu luas, namun keberadaan tiga pulau yang berada di tengah-tengah pantai membuat pandangan lebih indah. Tiga pulau itu adalah Pulau Bantengan, Pulau Goa China dan Pulau Nyonya. Di pinggir pantai ini cukup asri, pohon-pohon berbagai jenis seperti pohon cembiritketapang, dan pohon jenis tutup berjajar rapi di area pinggir pantai. Pohon-pohon ini cukup meneduhkan pengunjung, apalagi di bibir pantai yang cukup jernih hingga kelihatan batu karangnya.
Keberadaan goa di pantai ini terletak di sisi kanan pantai sekitar 50 meter dan berada di bukit karang. Goa tersebut sebenarnya tidak begitu bagus, hanya rongga biasa yang menjorok sekitar delapan meter dengan ketinggian sekitar dua meter. Siapa pun bisa dengan mudah masuk. Ruangan di dalamnya juga cukup lebar, bisa untuk dua orang berjalan beriringan. Lebarnya kira-kira dua meteran. Meski namanya goa, tapi tidak terlihat batu-batu stalaktit maupun stalakmit yakni batu-batu yang menjorok tajam dari atas goa maupun dari sisi tebing maupun dasr goa. Jadi, goa ini lebih tepat disebut sebagai rongga yang ada di dalam karang. Meski begitu, goa terlihat memiliki nilai magis yang kuat.
Selain popular dengan keberadaan goanya, pantai ini juga menyajikan fenomena alam yang langka, yakni terjadinya gelombang bersimpangan tidak keruan dari tiga arah,selatantimur dan barat. Arus gelombang itu selalu bertabrakan di antara Pulau Bantengan dan Pulau Nyonya. Karena arus gelombang yang bertabrakan demikian kuat, sehingga memunculkan suara bergemuruh. Inilah salah satu fenomena alam yang cukup langka di pantai Malang Selatan. Karena besarnya ombak, tidak ada perahu nelayan yang berani bersandar di pantai ini. Kawasan Pantai Goa China ini hanya menjadi jalur lalu lintas para nelayan dari segala penjuru menuju Pantai Sendangbiru. Berbagai fasilitas terdapat di pantai ini misalnya warung makan, musholla, masjid, kamar mandi, dan tempat parkir akan membuat liburan Anda terasa menyenangkan.[2]


source : https://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Goa_China